Skip to main content

Perbedaan Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Setelah mempelajari materi tentang larutan elektrolit dan non elektrolit, anda dapat memahami pengertian masing-masing, sifat larutan elektrolit.

Pengertian Larutan 


Larutan merupakan campuran yang homogen(serba sama) antara dua zat atau lebih. Larutan tersusun dari zat pelarut dan zat terlarut. Antara zat terlarut dan pelarut dalam suatu larutan tidak dapat dibedakan lagi.  Zat terlarut dalam larutan jumlahnya lebih sedikit daripada pelarutnya. Ketika larutan terbentuk, zat terlarut terurai dan bercampur sempurna dengan pelarutnya.

Jenis-Jenis Larutan

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, larutan dibedakan menjadi dua :
  • Larutan elektrolit
    Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat memberikan lampu terang dan timbul gelembung gas. Larutan elektrolit ini terbagi lagi menjadi 2 yang di bagi menurut jenis kekuatan menghasilkan aliran listriknya, yaitu larutan elektrolit kuat dan lemah.
  • Larutan nonelektrolit.
    Larutan Nonelektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Jenis - Jenis Larutan Elektrolit

Larutan elektrolit dapat dikelompokkan menjadi larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat, yaitu larutan yang semua molekulnya terurai mejadi ion-ion (terionisasi sempurna). Oleh karena banyaknya ion-ion penghantar listrik yang terbentuk, maka daya hantarnya juga kuat. Umumnya larutan elektrolit kuat adalah larutan garam.

Ciri-ciri dan contoh dari elektrolit kuat yaitu sebagai berikut :
  • Terionisasi sempurna
  • Mempunyai daya hantar listrik yang baik.
  • Derajat ionisasi (α) α = 1
  • Jika diuji dengan alat uji elektrolit larutan ini akan menghasilkan nyala lampu yang terang dan muncul gelembung gas yang banyak.
  • Umumnya berupa asam kuat, basa kuat dan garam yang kation dan anionnya dari asam dan basa kuat. Contohnya : 
    • Garam (NaCl, KCl, CuSO4 dan KNO3) 
    • Asam Kuat (HCl, HI, HBr, H2SO4 dan HNO3) 
    • Basa Kuat (NaOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2 dan KOH) 

Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat memberikan nyala redup ataupun tidak menyala, tetapi masih terdapat gelembung gas pada elektrodanya. Hal ini disebabkan tidak semua terurai menjadi ion-ion (ionisasi tidak sempurna) sehingga dalam larutan hanya ada sedikit ion-ion yang dapat menghantarkan arus listrik. Dalam persamaan reaksi, ionisasi elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah (bolak-balik).

Ciri-ciri dan contoh dari elektrolit lemah yaitu sebagai berikut :
  • Hanya terionisasi sebagian saja
  • Memiliki daya hantar listrik yang tidak begitu baik atau lemah
  • Memiliki derajat ionisasi (α) 0 < α < 1
  • Jika dilakukan pengujian  dengan alat uji elektrolit, larutan ini akan menghasilkan nyala lampu yang redup dan juga hanya terdapat (muncul) gelembung gas sedikit.
  • Larutan elektrolit lemah umumnya berupa asam lemah dan basa lemah.

Yang tergolong elektrolit lemah:
  • Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain
  • Basa-basa lemah seperti : NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain
  •  Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain

Manfaat Larutan Elektrolit

Berikut ini adalah beberapa manfaaat dari larutan elektrolit yang dapat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, beberapa diantaranya adalah :
  • Akumulator (aki) yang memiliki fungsi dalam hal penyimpanan energi (listrik) dalam bentuk energi kimia. Contohnya adalah :  baterai dan kapasitor. Larutan elektrolit yang tergantung pada aki berupa asam sulfat (H2SO4).
  • Garam dapur, bumbu yang sangat penting untuk memasak. Secara kimia garam tersusun dari unsur natrium dan klorin yang bergabung membentuk senyawa natrium klorida (NaCl) yang merupakan elektrolit kuat.

Larutan Non Elektrolit

Larutan non-elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Larutan-larutan non-elektrolit terdiri atas zat-zat yang terlarut dalam air namun tidak terurai menjadi ion (tidak terionisasi). 

Dalam larutan, zat not-elektrolit tetap seperti molekul yang tidak bermuatan listrik. Itulah mengapa larutan ini tidak dapat menghantarkan arus listrik.

Ciri-Ciri Larutan Non-elektrolit

  • Tidak terjadinya proses ionisasi, dengan kata lain larutan ini tidak terdapat terionisasi.
  • Larutan ini sama sekali tidak menghantarkan arus listrik.
  • Memiliki Tetapan/derajat ionisasi (α) α = 0
  • Jika diuji dengan alat uji elektrolit, larutan ini tidak menghasilkan reaksi apapun. Ditandai dengan lampu tidak menyala dan tidak munculnya gelembung gas.
  • Biasanya berupa senyawa yang berasal dari kelompok asam karboksilat dan senyawa yang tersusun dari unsur C, H atau C, H, O kecuali senyawa CH3COOH dan HCOOH

Manfaat Larutan Non-elektrolit
Berikut ini beberapa manfataat dari larutan non-elektrolit :
  • Glukosa, sumber energi yang bersifat manis dan bisa larut dalam makanan dan minuman. Biasanya terdapat pada gula, nasi, gandum, jagung dan sebagainya.
  • Urea, senyawa ini biasanya digunakan sebagai pupuk di bidang pertanian. 
  • Alkohol, termasuk dalam larutan non-elektrolit yang digunakan sebagai disinfektan dan obat luka

Referensi

1. http://nurhidayah.blogchem.com/2016/12/20/rangkuman-materi-larutan-elektrolit-dan-non-elektrolit/?print=pdf

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar