Skip to main content

Apa yang dimaksud dengan Ionisasi dan derajat ionisasi?

Setelah mempelajari materi ini, kita dapa memahami apa yang disebut dengan proses ionisasi, derajat ionisasi dan juga dapat memahami proses ionisasi sempurna, ionisasi sebagian dan tidak mengalami ionisasi sama sekali pada suatu larutan.


Pengertian Ionisasi

Ionisasi adalah proses mengubah sebuah atom atau molekul menjadi ion dengan menambahkan atau mengurangi partikel bermuatan seperti elektron atau ion. Proses ionisasi adalah proses terurainya sutau elektrolit menjadi partikel-partikel bermuatan listrik (ion).

Ionisasi sering terjadi karena jumlah elektron partikel yang dimiliki. Partikel dengan berpasangan (bahkan bernomor) elektron lebih stabil dibandingkan dengan elektron tidak berpasangan, atom dengan kulit elektron diisi juga lebih stabil dibandingkan dengan kulit elektron yang hanya diisi sebagian. 


Teori Ionisasi 

Terdapat sebuah teori yang yang menjelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik. Teori ini dikemukan oleh seorang ilmuwan Swedia yang bernama Svante August Arrhenius pada tahun 1887.

Menurut Svante August Arrhenius  kenapa  larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik, dikarenakan dalam larutan elektrolit tersebut terdapat ion-ion yang dapat bergerak bebas. Ion-ion inilah yang dapat menghantarkan arus listrik. Coba perhatikan gambar dibawah ini :


Dari gambar di atas terlihat bahwa arus listrik mengalir melalui larutan elektrolit(CuCl2) yang ditandai dengan bergeraknya jarum amperemeter.

Mengapa hal tersebut dapat terjadi ?. Hal tersebut dapat terjadi karena larutan tersebut terion menjadi ion Ca2+ yang bergerak menuju katoda dan ion Cl- yang bergerak menuju anoda.

Daya hantar listrik pada larutan elektrolit kuat, lemah dan non elektrolit merupakan kekuatan elektrolit yang dinyatakan dengan derajat ionisasi (α). 


Tingkat derajat Ionisasi ?

Derajat Ionisasi yaitu perbandingan jumlah mol zat  yang terionisasi dengan jumlah mol zat mula-mula.Secara matematis dapat  dirumuskan :
α =
(jumlah mol zat yang terionisasi) / (jumlah mol zat mula-mula)

Berdasarkan derajat ionisasi kita dapat menyimpulkan jenis-jenis larutan :
  • Jika α = 1, maka zat terionisasi sempurna dan merupakan latutan elektrolit kuat
  • Jika 0< α <1, maka zat terionisasi sebagian dan merupakan larutan elektrolit lemah
  • Jika α = 0, maka zat tidak terionisasi dan merupakan larutan non elektrolit
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar